Kopi kesukaanku masih sama,
Getirnya tak bisa dikira
Getir
Serupa takdir
Tapi bukan berarti tanpa akhir


Kadang hari redup
Bukan berarti aroma bahagia tak bisa terhirup
Sepanjang hari kesempatan berdegup
Meski jantungku tak lagi memiliki namamu
Kuharus tetap menikmati hidup.


Segala doa untukmu sudah berakhir
Telah tertulis akhir yang getir


Tak peduli lagi padamu
Itulah caraku menikmati hari baru
Aku yang kini bukan lagi aku yang dahulu
Senyummu hanya sekadar angin lalu
Cerita tentangmu tinggallah abu.


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *