Di matamu, mungkin aku yang paling egois
Di telingamu, mungkin aku selalu menangis
Di hatimu, mungkin aku yang merasa paling perih teriris


Tapi di diriku, kamu yang paling kuandalkan
meski aku payah dalam hal membahagiakan
meski aku selalu meneriaki minta perhatian
meski aku payah dalam hal menciptakan keceriaan


Kamu yang paling kubutuhkan
Paling kuinginkan
Tak ingin perhatianmu teralihkan
Inginnya hanya milikku tak terbagikan


Aku mungkin susah lupa. Pada cerita-cerita lukayang berulang kali kuperdengarkan padamu setiap harinya. Tapi aku tidak bermaksud membebanimu dengan hanya luka. Aku cuma berbagi padamu semuanya, itu saja.


Kamu, definisiku berbahagia, meski di telingamu yang kau dengar hanya tangisku menceritakan luka.


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *