Jendela itu
Tertutup dengan rasa pilu
Warna gelap menyelimuti hari itu
tapi bukan dengan rindu


Menyesap harapan
pada cahaya di jendela yang tak bisa melihat masa depan
Tak ada kepastian
tapi harapan selalu dihidupkan
beginilah memang kehidupan
menjadi Penanti bagi yang tak terlihatkan
hanya bisa diharapkan
atau.. bahkan hanya.. dikhayalkan


Duduk di sudut ruangan
berharap ada pengertian
ingin jadi satu-satunya pusat perhatian.


Meski ada air mata yang jatuh
tapi kuyakin akan ada kebaikan yang tumbuh
Secercah harapan
untuk masa depan
meski saat ini masih amat sangat menyakitkan





Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *