Di dunia
ketika realita lebih sedikit bicara
media sosial lebih punya nama
tapi lebih banyak orang-orang yang bicara
sementara yang mendengarkan tak ada


Cobalah untuk memahami
lebih dari sekadar ingin dirimu saja yang dimengerti
Cobalah untuk merasakan pahitnya hati ini
Serupa rasa yang masih tercecap asam setelah minum kopi
Begitu pula dengan sisa sakit hati
Jangan disinggung lagi


Mungkin tak ada yang ingin paham mawar berduri
Semua menyalahkan duri yang katanya melukai
Tapi mawar butuh melindungi diri
dari tangan-tangan yang hanya ingin menang sendiri


Hati butuh dipahami
Bukan sekadar ditinggal pergi, lalu datang lagi
Tidak semudah itu untuk tersenyum lagi


Semua orang berhak bahagia
tapi mungkin bukan aku malam ini
Masih menganga luka
dari sisa-sisa ketidakpedulian yang menyakiti


Cobalah untuk mengerti
aku ingin tertawa lagi
meski hanya untuk malam ini




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *