Kisah-kisah yang menyentuh hati, seringkali bukan hanya berasal dari cerita yang membahagiakan hati. Lebih dari sekadar yang menghangatkan hati, bahkan ada yang membuatmu seakan patah hati lagi.


Cerita yang berderai air mata, seringkali lebih teringiang di kelapa. Kau akan lebih suka menikmatanya sambil minum kopi seorang diri saja. Kau rasakan sendu yang masuk ke hatimu yang kau biarkan terbuka.


Hanya cerita bahagia, itu mungkin membosankan untuk dirasa. Kau butuh sentuhan perih di dalamnya, agar bahagia ada artinya.


Kau selalu ingin mencari arti, di balik kopi yang memuaskan diri sendiri, di balik cerita yang bahkan tak memuaskan hati. Terus mencari, serupa kisah cintamu yang masih harus terus mencari cinta sejati.


Tak masalah kau lalui perjalanan panjang. Setidaknya kau belajar banyak hal tentang perasaan tulus yang seringkali dibuang-oleh orang yang kau sayang. Setidaknya kau belajar banyak tentang seseorang yang kau anggap sebuah pulang, nyatanya hanya menganggapmu sebuah tempat sementara membangun hubungan tanpa rasa sayang.


Cerita untuk dirasa, pada akhirnya membuat hatimu lega, meski bukan berakhir bahagia, tapi banyak hal yang telah kau ambil pelajarannya di sana. Dan bukan hanya tentang cinta, tapi juga tentang seni mengikhlaskan dan memaafkan sebuah luka.


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *