Setiap orang berbakat menjadi promotor. Contoh hal paling sederhana dan sepertinya mudah dimengerti yaitu menjadi promotor diri sendiri saat Anda mengajukan diri untuk dipilih seseorang yang Anda cintai. Bagaimana bisa dipilih bila Anda tidak mempromosikan diri Anda sebaik mungkin sehingga Anda layak untuk dipilih?

Gambar terkait

Yuk, Menjadi Influencer!

Nah, di era digital ini, bidang marketing mengalami perubahan yang cukup signifikan dalam cara marketingnya. Sejak Generazi Z menciptakan pola gaya hidup berbasis internet, media sosial menjadi tren baru bukan hanya sebagai media berekspresi, tapi juga mencari materi. Sekali mendayung, dua-tiga pulau terlampau lho!

 

Sejak media sosial menjadi pemanfaatan teratas untuk penggunaan internet, maka muncullah tren Influencer Marketing, yaitu: cara mempromosikan produk maupun jasa dengan menggunakan media sosial. Media sosial yang hingga kini populer menjadi ladang keuntungan bagi influencer maupun produsen yaitu Instagram, Facebook dan Youtube.

Syarat menjadi influencer yaitu bukan hanya memiliki followers banyak dengan konsistensi konten yang khas dan menarik, tetapi juga seseorang tersebut harus bisa menjadi KOL (Key Opinion Leader). KOL mengharuskan seseorang mampu membawa pengaruh hebat dan kuat terhadap semua followersnya. Percuma kan punya followers banyak bila pada akhirnya tidak bisa mempertahankan followers tersebut dengan pengaruh kerennya.

Dengan hadirnya Steemit, platform berbasis media sosial yang memberikan rewards dengan uang digital, maka tidak menutup kemungkian akan banyak produsen yang melirik Steemit sebagai penetrasi marketing mereka. Dimulai dari pegiat ekonomi mikro hingga makro akan mencari influencer yang bisa memperkenalkan produk mereka pada pengguna Steemit.

Setiap platform tentu saja memiliki keunggulan masing-masing. Contohnya begini, ada seseorang yang menjadi “seleb” di Instagram belum tentu akan menjadi “seleb” di Facebook. Jadi, ini artinya bila Anda sudah mendapatkan momen di Steemit, maka Anda harus belajar menjadi influencer. Jangan sia-siakan momen ini.

Bila pertumbuhan Steemit semakin melejit, maka akan banyak perusahaan yang harus mempersiapkan diri untuk melakukan penetrasi kepada pengguna di Steemit. Sebab, setiap perusahaan ingin unggul di berbagai media sosial. Marketing secara konvensional dengan elektronik dan cetak mulai mengalami mengalami penurunan sejalan dengan ditinggalkannya oleh para pengguna. Anda sudah banyak mendengar, kan, tentang media cetak yang banyak “gulung tikar” karena media sosial menjadi pesaing hebatnya? Tentu saja.

Saya rasa, steemhunt.com merupakan contoh nyata para Steemian “hunter” menjadi influencer, meski dalam postingan tidak diperbolehkan konten menjual, hanya membagikan informasi terkait produk yang sangat keren. Berakar pada hal tersebut, bisa kita jadikan bukti bahwa sebentar lagi akan banyak aplikasi yang terkoneksi langsung dengan Steemit yang mengharuskan Anda menjadi influencer.

Jadi, kita jangan mau menjadi Steemian yang biasa saja. Bersiaplah untuk menjadi Steemian Influencer yang keren.

Nah, berikut ini tips untuk mempersiapkan diri menjadi Steemian influencer:

 

Konsisten Membuat Postingan

Konsistenlah!

Salah satu faktor yang dinilai untuk aktivitas pengguna yaitu postingan. Anda dituntut konsisten membuat postingan. Jauhkan niat Anda yang hanya ingin memposting saat sedang mood.

Satu hal yang harus Anda pahami, ini Steemit lho! Anda tidak harus jadi penulis dahulu baru bisa memposting. Buatlah konten yang dekat dengan keseharian Anda. Kualitas konten harus Anda tingkatkan seiring dengan pertumbuhan followers.

 

Rajin Berinteraksi dengan Mengunjungi Blog Pengguna Steemit Lainnya

Gambar terkait

Jangan Lupa Berinteraksi. 

Bagaimana akun Anda bisa diketahui oleh Steemian lainnya bila Anda sendiri malas berinterkasi? Sok kenal sok dekat di Steemit itu halal lho! Justru kalau tidak bersikap sok kenal, ya tidak akan dikenal sampai kapan pun.

Anda akan menerima feedback bila Anda sudah berinteraksi. Ingatlah hukum Fisika. Ada aksi, ada reaksi. Maka, ciptakanlah aksi yang baik, dan percayalah Anda akan menerima reaksi yang baik pula.

 

Ciptakan Ciri Khas dengan Branding Akun

Gambar terkait

Bangunlah Branding Sedini Mungkin

Bila sejak awal Anda belum bisa menciptakan ciri khas akun Anda karena sibuk belajar konsisten membuat postingan, maka bila Anda sudah merasa tidak berat lagi konsisten, belajarlah untuk membranding akun.

Saya sarankan, sejak awal sebaiknya Anda sudah harus memiliki ciri khas postingan yang membuat akun Anda memiliki branding sendirinya.

Dengan terciptanya branding pada akun Anda, maka Anda akan mempermudah pengguna untuk menemukan dunia mereka yang mengasyikkan di Steemit. Tentu tidak asyik lho bila pengguna yang menyukai topik tentang investasi misalnya, tapi disuguhi konten puisi. Ehehe.

 

Jangan Lupa Buatlah Engagement

Hasil gambar untuk engagement followers

Milikilah Suara Konten yang Mampu Menjangkau Banyak Pengguna

Anda bisa disebut memiliki pengaruh kuat terhadap followers Anda bila terciptanya engagement terhadap postingan Anda. Engagement ini sebagai bukti keterlibatan followers yang berhasil membuat komentar, memfollow akun Anda, serta yang paling tinggi adalah keterlibatan followers untuk membagikan postingan Anda.

Pengikat followers ini bisa mulai Anda buat salah satunya dengan mengadakan kontes, giveaway, sehingga para pengguna mau melakukan engagement terhadap postingan Anda.

Itulah tadi pembahasan saya bagaimana persiapan diri kita menjadi Steemian Influencer. Semoga pertumbuhan Steemit semakin signifikan dan menawarkan pertumbuhan ekonomi untuk perubahan kehidupan.

Salam Lestari.

Keep Steeming and Reading.

My Patner in #promo-steem: @bahagia-arbi

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *