Selagi muda dan penuh daya kita selalu berusaha terus mencoba apa yang kita yakini menjadi jalan menuju kesuksesan.

Tapi selalu saja ada hasil dari kegagalan yang tercipta. Kadang kita merasa bingung akan melakukan apa lagi dengan hasil dari kegagalan itu.

Seperti halnya dengan kegagalan yang terjadi di dapur saya. Kadang adonan kue atau masakan saya tidak sesuai dengan yang saya inginkan, tetapi tidak mungkin saya membuang adonan itu. Lalu, saya berusaha untuk mencari cara bagaimana adonan itu tetap bisa dinikmati meski bukan sesuai dengan jenis yang saya inginkan pada awalnya.

 

Itu sebabnya mengapa kegagalan disebut juga proses belajar. Dari bentuk-bentuk yang dihasilkan saat kita mengalami kegagalan, dari situ kita belajar mencari solusi, mencari ide baru untuk mengubah kekecewaan kita menjadi sedikit merasa lebih baik, “daripada tidak, lebih baik menjadi ini-itu”.

 

Jadi kegagalan itu biasa. Yang tidak biasa dan luar biasa adalah bagaimana kita mengubah bentuk-bentuk kegagalan itu menjadi bentuk baru, untuk kita maju.

 

 

Keep Steem On!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *