Kadang orang-orang hanya paham menghakimi, tapi gagal memahami. Tak jarang orang-orang yang putus asa, semakin tidak berguna di dunia karena gagal didengarkan. Alih-alih didengarkan, orang-orang yang putus asa malah disalahkan karena dianggap kurang berjuang atau salah mengambil keputusan.

Maka, inilah cerita tentang sepasang kekasih yang putus asa yang diselamatkan oleh senja. Bagi orang-orang yang telah kecewa, mereka tidak mau tahu nasihat-nasihat yang membawa nama Tuhan karena tidak terlihat nyata. Bukan mereka tidak percaya, tapi pada titik kecewa, mereka butuh tindakan nyata yang terasa menghangatkan dada.

Sepasang kekasih itu bertemu di jembatan penyebrangan sepulang mereka bekerja, tempat pertemuan yang biasa mereka gunakan untuk melihat senja, tempat mereka saling meninggalkan lalu tak tahan untuk bersama lagi, dan tempat yang setiap saat bisa terjadi, yaitu tempat bunuh diri.

Mungkin saja, bila tidak ada senja hari itu, akan ada dua kepala pecah di bawah jembatan penyebrangan yang hanya dikeluhkan orang-orang sebagai kemacetan belaka.

Mungkin saja, bila tidak ada senja hari itu, akan banyak media yang membuat judul hiperbola dengan isi yang tidak sesuai seperti yang diharapkan pembaca. Media-media senang mengecoh, tapi pembaca tidak mau dianggap diri mereka bodoh.

-Selesaikanlah Kisah Ini di Kepala Kalian Masing-Masing-

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *