Heartbreak is a popular topic in literature. The more pain can be conveyed in the minds of readers, the greater the level of success of the author about broken hearts.

Pooja Nansi is an Indian-based writer living in Singapore writing broken heart poems. Pooja Nansi tries to explore the state of the heart of someone who has been left by a lover, in a state of loneliness into the book collection of his poem entitled “Love Is An Empty Barstool”

 

Sore

I say I went to the gym yesterday
and my muscles hurt.

We’d had an argument you see,
about where this was going.
But the word sorry
is not an easy shape for your lips
They would rather just make small talk and pretend
these wounds have covered over,
our uncertainties have healed.
But I’m still in pain
“Stretch them,” you say.
You’ve got to keep doing it
till your body gets used
to being used

All I wanted to tell you then,
was that your heart is a muscle too.

~ Pooja Nansi

 

The part of poem “Sore” brings us to the fact that the heart is often part of the body, but we are not quick to treat or even quickly to realize, compared to other parts of the body that are sick.


In another a part of poem  entitled “Between Here and There”, Pooja also interpreted the distance of a lover as another form of pain.

 

Between Here and There

I close my eyes to sleep at night,
feel the lack of your shape on the other side and then
I ache
I ache with distance and silence.
Know that
I would fold my very bones if that
would float me to you

~ Pooja Nansi

 

Of course there are still many Pooja poems that bring you to experience a loss in order to make the lesson that what we have in the present must really be well guarded.

I believe that the heartbreaking topic is actually written by someone not to cry over the past, but instead appreciate that the present is more beautiful, and the pain is over.

 The present is the most beautiful gift, but only for people who value the present, and share it with loved ones to live better.

Keep Steeming and Keep Reading!

 

 

INDONESIAN: Cinta Ialah Kursi Bar Kosong Karya Pooja Nansi

Patah hati memang topik populer dalam karya sastra. Semakin sakit mampu tersampaikan di benak pembaca, semakin besar pula tingkat keberhasilan penulisnya tentang patah hati.

Pooja Nansi merupakan penulis yang berasal dari India yang tinggal di Singapura menuliskan puisi bertopik patah hati. Pooja Nansi berusaha mengeksplorasi keadaan hati seseorang yang telah ditinggal kekasih, berada dalam keadaan sepi ke dalam buku kumpulan puisinya berjudul “Love Is An Empty Barstool”

Bagian Tubuh yang Menyakitkan
Aku mengatakan telah pergi ke gym kemarin
dan ototku sakit.

Kita memiliki argumen yang kamu lihat,
tentang kemana perginya semua masalah ini.
Tapi kata maaf
bukan bentuk yang mudah untuk bibirmu
Kata maaf lebih suka berbasa-basi dan berpura-pura
luka-luka ini telah tertutupi,
ketidakpastian kita telah sembuh.
Tapi aku masih kesakitan
“Regangkan mereka,” katamu.
Kamu harus terus melakukannya
sampai tubuhmu terbiasa
untuk digunakan, tambahmu.

Yang ingin aku katakan padamu,
adalah bahwa hati ini adalah otot juga.

~ Pooja Nansi

Kutipan puisi “Sore” membawa kita pada kenyataan bahwa hati seringkali menjadi bagian tubuh tersakit tapi kita tidak cepat tanggap untuk mengobati atau bahkan tidak bisa cepat untuk menyadari, dibandingkan ketika bagian tubuh lain yang sakit.

 

Pada kutipan puisi lain yang berjudul “Between Here and There”, Pooja juga memaknai jarak sepasang kekasih sebagai bentuk lain dari kesakitan hati.

 

Antara di Sini dan di Sana

Aku menutup mata untuk tidur di malam hari,
rasakan kekurangan bentukmu di sisi lain dan kemudian
aku sakit
aku sangat sakit dengan jarak dan keheningan.
Tahu bahwa
saya akan melipat tulang jika itu
membuatku mampu melayang menujumu.

~ Pooja Nansi

 

Tentu saja masih banyak puisi-puisi Pooja yang membawa Anda untuk mengkhayati sebuah kehilangan agar menjadikan pelajaran bahwa apa yang dimiliki di masa sekarang harus benar-benar kita jaga dengan baik.

Saya percaya bahwa topik patah hati sebenarnya ditulis seseorang bukan untuk menangisi masa lalu, tapi justru menghargai bahwa masa sekarang lebih indah, dan kesakitan sudah berlalu.

Masa sekarang adalah hadiah terindah, tapi hanya untuk orang-orang yang menghargai masa kini, dan berbagi kepada orang yang dicintai agar hidup lebih baik lagi.

Keep Steem On, Share The Happiness!

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *