Saat ini banyak pengguna Steem Blockchain merasa cemas karena harga Steem belum menunjukkan kenaikan yang signifikan. Walaupun begitu, Steem Blockchain masih memiliki banyak alasan untuk kita bertahan di dalam komunitas ini.

Satu-satunya cara untuk membuat masih bertahan di Steemit adalah membuat konten dari keseharian Anda. Anda tidak perlu bersusah payah mencari ide-ide untuk konten di Steemit. Lihatlah lagi keseharian Anda dan jadikan aktivitas harian tersebut sebagai postingan.

Untungnya, Steem Blockchain kini memiliki berbagai aplikasi desentralisasi yang memberikan Anda rewards untuk setiap konten Anda. Tentu saja hal ini sangat membantu dalam hal memperluas target pembaca dan meningkatkan pendapatan Anda. Memang, saya yakin kini akan sangat sulit mendapatkan rewards bila Anda hanya memposting manual melalui Steemit Interface.

 

Anggaplah Steemit Sebagai Sahabat Terbaik yang Harus Mengetahui Kegiatan Harian Anda

 

Keunggulan berbagai aplikasi yang dibangun di dalam Steem Blockchain adalah ramah pengguna untuk harian. Jadi, Anda bisa membagikan keseharian Anda dengan mudah untuk mendapatkan Steem.

Tentu harus kita pahami bahwa mendapatkan Steem adalah tujuan yang tidak bisa dilepaskan begitu saja ketika kita sudah berkembang di Steemit. Itu sebabnya banyak pengguna yang cemas dengan kondisi “parah” Steemit saat ini, karena tingkat pendapatan Steem semakin menurun.

Nah, itu sebabnya saya sangat merekomendasikan Anda untuk menggunakan aplikasi-aplikasi yang ada, sesuai dengan topiknya masing-masing. Lumayan sekali lho bila Anda mau mencoba.

Gunakan jatah per aplikasi, satu kali sehari sehingga Anda tetap bisa mengumpulkan Steem sambil menunggu kabar baik dari harga Steem.

 

Anggaplah Steemit sebagai sahabat terbaik Anda, tempat Anda berbagi keseharian Anda melalui aplikasi-aplikasi yang sudah disediakan.

 

Berikut ini aplikasi terdesentralisasi dalam Steem Blockchain yang bisa digunakan secara harian dengan gampang, versi @anggreklestari. Bila Anda memiliki versi lain, silakan menambahkan di kolom komentar.

  • @Dtube

Anda tidak ahli menyusun kata-kata menjadi konten? Anda sangat direkomendasikan untuk menggunakan Dtube. Adanya #dtubesnapp yang diiniasi oleh @nathanmars sangat menjadi solusi sebagai aplikasi harian yang mudah digunakan melalui ponsel Anda. Untuk dtubesnap, Anda cukup memposting video singkat sekitar 3 menit.

 

  • @Tasteem

Sering mengunjungi tempat makan atau sekadar tempat minum bersama teman? Jangan lupa untuk mengambil beberapa foto tentang penampilan tempat tersebut, beserta sajian yang Anda nikmati.

Lalu, posting melalui tasteem.io. Jangan lupa untuk memperhatikan tema yang tepat untuk tempat makan yang Anda kunjungi, dan gunakanlah bahasa Inggris.

 

  • @Trips.teem

Walau masih terbilang sangat baru, Trips.teem sangat saya rekomendasikan untuk Anda memposting perjalanan Anda, dan votenya layak untuk membuat Anda semangat. 🙂

 

  • @steempress-io

Bagi blogger yang memiliki self-domain melalui WordPress, jangan lewatkan untuk memposting melalui plugin Steempress, dengan topik apa pun.

 

  • @esteemapp

Ya, ini aplikasi yang menurut saya masih menjadi favorit Steemian saat ini karena menawarkan kurasi yang lumayan dari trail @good-karma. Anda bisa memposting topik apa pun.

 

eSteem juga memiliki berbagai jenis penghargaan untuk para eSteemian yang aktif. Saat ini hingga akhir Desember juga sedang berlangsung kontes berkomentar yang menawarkan hadiah berupa powerup untuk para pemenang setiap harinya. Anda sudah ikut?

 

Aktif Berkomentar untuk Mendapatkan tambahan Steem

 

Tak hanya membuat postingan, Anda bisa ikut kontes komentar yang menawarkan hadiah Steem. Saat ini seperti kontes komentar dalam liga oleh @curie.

Anda juga bisa mendapatkan penghargaan dari @esteemapp jika aktif berkomentar menggunakan aplikasi eSteem.

Semoga para Steemian yang membaca postingan saya ini masih optimis melihat masa depan Steem. Keep Steem On!

BACA JUGA SERI LANCAR BERSELANCAR SEBELUMNYA:

Konten Fokus, Lebih Cepat Sukses Mampu Anda Tembus!
Bila Anda Bukan Paus, Berhentilah Melakukan Hal Ini!
Mengapa Kita Tetap Harus Memposting Menggunakan Bahasa Indonesia?

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *