Menulis puisi bukan tentang menyembunyikan.

Mencintai bukan tentang memaksakan.

Ada kata yang tak bisa disembunyikan maknanya jadi puisi.

Ada hati yang tidak bisa dipaksakan untuk dicintai, karena ia memilih pergi dibanding bertahan selamanya pada seseorang yang telah mencintainya sepenuh hati.

Cinta yang tiba-tiba ditinggalkan justru jadi membekas. Serupa puisi yang amat membuka dirinya luas, tak bisa menyembunyikan maknanya tanpa berbekas.

Pada hari-hari di mana aku paham katanya-katanya hanyalah janji yang belum tentu terbukti. Katanya ingin menemui, tapi itu tidaklah memberi hal yang pasti.

Aku merasakan kehilangan, pada sebuah perasaan yang awalnya terbalaskan, menjadi kepergiaan yang tak mampu membalaskan sepenuhnya perasaan.

Jika puisi tak lagi mampu menyembunyikan keindahan makna,

Mungkin pun cinta tak lagi mampu menyembunyikan luka di ujung dada, yang telah kehilangan banyak impian bersama.

Jika puisi gagal memberi arti,

maka biarkan cinta pergi, meski ada hati yang terasa mati, bahkan untuk sebanyak-banyaknya goresan belati, karena memang dia tak lagi bisa merasakan arti.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *