Hal yang paling menyedihkanku, melihat matamu sayu, dan seolah semua ragu ada di situ.

Aku tau kamu lelah, aku juga lelah, dan rasanya ingin musnah. Aku tau rasanya berada di posisi yang tidak pernah mudah. Ada hal-hal yang selalu membuatmu marah, dan selalu ada hal-hal yang membuat tangisku bertambah parah.

Ingatlah rumah, di saat kau berada di ujung lelah. Mungkin semua jerit tangis telah pecah, tapi aku tau kamu bukan tipe jiwa yang mudah menyerah.

Matamu, itu tipe masa depan yang selalu kutuju. Senyummu, itu tipe bahagia yang selalu kurindu. Kata-kata nasihatmu, itu tipe kalimat yang selalu terekam di kepalaku.

Tak perlu bertanya rindu ada di mana, tak akan ke mana mana. Tak perlu bertanya ke mana kakimu akan melangkah. Tujulah rumah.

Tak perlu bertanya hati ini milik siapa, karena sebelum aku menjawabnya, hatimu pun tau aku milikmu selamanya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *