Kopi selalu berbekas, menyisakan ampas

Begitu pula dengan janji-janji yang inginnya tak dilepas

Mungkin saja janji itu tak lagi kamu tepati

Seni pada kopi pun perlahan membaur pada pedih hati

Tetap saja berbekas

meski hilang janji tinggallah ampas

Aroma kopi yang kuhidu

Mengingatkanku selalu pada dadamu

tentang rasa aman itu

Mungkin bila nanti

kau menghilang tak hadir lagi

serupa indah seni kopi

mendingin tinggallah ampas

cintamu tetap membekas

Mungkin nanti dirimu akan hilang

tapi secangkir kopi ini yang akan selalu bilang

bahwa kamulah yang selalu kuanggap sebuah “pulang”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *