Takkan pernah ada yang TEPAT untuk menyatakan rasanya sebuah penantian dalam satu KALIMAT.

Seperti rasa KOPI, yang tak pernah sanggup melarutkan semua perasaan di HATI.

Kadang rasanya seperti cerita tentang aku dan kamu begitu saja tamat, tertutup oleh tragedi yang tak tepat, menggantung dengan rasa yang paling menyayat.


Aku tak mampu,

menafsirkan inginmu

bahkan sebuah pesan tak lagi pernah sampai untuk hatiku–yang hanya dipenuhi rindu untukmu.


Setiap kali kulihat melihat jendela,

rasanya masa depan tak lagi ada

Setiap kali kuteguk kopi meski dengan susu dan gula

rasanya manis hanyalah definisi saat kau ada


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *