Lagu sendu
Kopi tanpa manis di ujung rindu
Menemukanmu
Tak lagi kumampu


Musim kemarau datang
Gersang pun menyerang
Bukan hanya di ladang
Juga hati yang meradang



Kopi yang menyisakan ampas
Penantian yang terhempas
Air mata yang memanas
Rasa sabar yang habis terkuras
Kita hanyalah jiwa yang mudah kandas.


Mengingat tentangmu adalah air mata
Telah habis tawa
Biarkan jendela tertutup tanpa cahaya
dan pintu tertutup tanpa menerima
Telah selesai cerita yang lama.





Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *