Sangat berat
tanpa pesan-pesan pengingat
biasanya aku dan dia terasa sangat dekat
kini telah ada beribu sekat


Biasanya selalu ada pesan tanda sayang
Pengingat untuk tidak begadang
Biasanya selalu ada percakapan panjang
Obrolan untuk melimpahkan rasa sayang


Kini yang ada
hanyalah belum terbiasa tanpanya
Kini yang ada
hanyalah aku yang mengingatnya
Kini yang ada
hanyalah secangkir kopi tanpa tawanya


Sungguh tugas sulit untuk melupakannya
Bagian diriku telanjur ada pada dirinya
Malam-malam menebarkan perih tanpanya



Di ujung malam tak pernah putus aku berdoa
Bila kami tidak pernah bisa bersama
Biarkan dia selalu berbahagia
meski dia tak pernah lagi menganggap aku ada


Takkan pernah aku merangkai dendam
meski yang tercipta di dada ini terluka terlalu dalam
Biarlah Tuhan yang mengusir kelam
Aku percaya akan ada saatnya hilang semua lebam
meski sekarang aku sudah remuk-redam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *