Kopi itu digiling, bukan digunting.

Itu adalah kutipan yang menarik. Saya pernah melihat kutipan itu di salah satu kedai kopi di Aceh yang pernah saya lihat di review platform Tasteem. Saya pun sudah lupa apa nama kedai kopi yang memiliki tagline menarik itu.

Memang benar adanya, esensi kopi adalah benar-benar biji kopi yang kemudian digiling untuk proses lebih lanjut penyajiannya menjadi sebuah minuman yang kini semakin digemari banyak orang.

Semakin instan, tentu saja rasa dan sensasinya akan semakin berkurang. Dalam hal ini sebut saja kopi kemasan, yang penyajiannya sangat mudah, tinggal digunting/disobek kemasannya, lalu seduh. Rasanya ya, ala kadarnya sesuai harganya.

Jika kopi kemasan saja sudah menjadi pilihan yang perlu dipertimbangkan beberapa kali, lantas bagaimana dengan kopi instan kemasan? Anda tinggal meminumnya saja. Biasanya kopi ini disajikan dingin.

Malam ini saya terpaksa meminum kopi instan kemasan ini, karena tidak punya pilihan untuk membuat kopi.

Sungguh, ini hal yang pertama kalinya, karena saya tidak biasanya minum kopi instan kemasan. Menurut saya ruginya, jelas dua kali lipat. Kalau kopi kemasan yang kita bikin sendiri, kerugian sensasinya mungkin hanya satu kali lipat.

Jelas saja, minum kopi instan kemasan ini tidak akan lagi saya lakukan. Ternyata menikmati sajian kopi panas itu lebih nikmat dibandingkan apa pun. Bagaimana dengan Anda?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *