Meski semua remuk redam,

meski semuanya telah jatuh paling dalam,

meski harusnya menjadi tempat bersarang dendam,

meski harusnya terang telah padam…

tapi semua meski selalu saja perlahan hilang, berganti dengan rindu yang membentang.

Meski tangis pecah,

Meski kesal bertambah parah

Meski telah keluar semua sumpah serapah

tapi semua meski selalu saja berubah, sulit untuk marah.

Meski berkata benci.

Meski jari-jari selalu menuliskan kata ingin pergi

tapi selalu saja hati punya keinginan sendiri.

Tak mau pergi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *