For the English version, please read: https://steemit.com/naturalmedicine/@anggreklestari/the-next-door-face-life-or-death-naturalmedicine-wisdom-challenge-a01c0ea8186b3


Apakah kita hidup sehat untuk menghindari kematian atau menunda kematian?

Pertanyaan tersebut mendatangkan sebuah analogi dan filosofi yang akan saya bagikan kepada Anda. Mari kita bahas.

Ketika Hidup Sehat Bukan Jaminan untuk Menghindari Kematian

Bayangkan, ada dua orang yang akan menuju sebuah pintu. Pintu yang akan menentukan dua orang tersebut akan menghadapi kehidupan atau kematian. Tidak akan ada yang pernah tahu apa yang akan ada di pintu selanjutnya tersebut. Tak hanya itu saja, bahkan tak ada yang tau kapan waktunya mereka berdua akan tiba di pintu itu.

A, adalah orang yang menjalani hidup dengan sehat, dan B adalah orang yang sama sekali tidak peduli dengan kesehatan.

Kita tidak akan tahu siapa yang akan menghadapi pintu kematian terlebih dahulu. Bahkan, A bisa lebih dahulu menerima pintu kematiannya dan B yang tidak pernah menjalani hidup sehat bisa hidup lebih lama.

Tapi, ada fakta yang setidaknya bisa membuat kita berpikir ulang untuk apa kita hidup secara sehat. B memang hidup lebih lama, berhasil menunda kematian meski B tidak melakukan apa pun untuk membuat hidupnya sehat. Ternyata, meski berhasil hidup lebih lama, B mengalami sakit-sakitan bukan hanya satu penyakit, tetapi sudah memasuki fase komplikasi. Itu sebabnya meski B menjalani waktu lebih lama di dunia ini, B tidak bisa menjalani hidup yang berkualitas dengan keluarganya. Mengapa? Karena berbagai penyakit yang menyerang B membuatnya tidak bisa menikmati makanan secara normal, karena banyak sekali makanan yang dilarang untuk B. Tubuhnya pun tidak lagi bugar bahkan untuk berjalan di sekitar tempat tinggalnya bersama keluarganya.

Mari kita kembali lagi pada si A. Walaupun A memiliki waktu hidup yang lebih singkat dibandingkan B, tetapi bukan berarti A tidak bahagia. A bisa menjalani hidup berkualitas dengan perasaan bahagia setiap harinya. A bisa berkumpul dengan anggotanya dengan perasaan ceria tanpa rasa sakit. A bisa berjalan-jalan menikmati keindahan dunia tanpa takut rasa sakit menyerangkan. A tidak memiliki larangan makanan dan kondisi tertentu.


Karena hidup yang berkualitas bukan ditentukan dari seberapa lama kita hidup, tetapi bagaimana kita bisa menjalani hidup dengan penuh bahagia dan bisa membaginya bersama keluarga dan orang lainnya.

Untuk bahagia, kita butuh jiwa yang kuat untuk mampu mempertahankan kondisi psikologis ketika menghadapi banyak tekanan masalah dalam hidup ini. Dan, agar jiwa kuat, butuh tubuh yang sehat. Seperti perkataan filsuf terkenal, “Di dalam tubuh yang sehat, terdapat jiwa yang kuat.”

Jadi, menurut saya hidup sehat untuk menunda kematian. Lalu, apa yang dimaksud dengan menunda kematian? Apakah kita memang benar-benar bisa menunda kematian dengan hidup sehat?


Tentang Menunda Kematian

Kita tidak pernah mengetahui kapan pintu kematian akan tiba di hadapan kita. Lalu, kenapa hidup sehat bisa menunda kematian? Menunda kematian yang dimaksud di sini adalah menikmati kebebasan tubuh dan jiwa, karena dengan hidup sehat seseorang akan lebih bebas melakukan apa pun dibandingkan seseorang yang tidak mengelola pola hidup sehat yang kemudian akan terserang penyakit.

Kematian juga bisa bermaksud rasa sakit yang terus-terusan menyerang tubuh seorang dan tidak memungkinkan penderita melakukan hal-hal yang diinginkannya. Itulah awal mula kematian seseorang. Tubuhnya masih berjiwa, tetapi hanyalah kekosongan belaka karena hari-harinya hanya diisi kesakitan. Sembuh tidak bisa, dan maut pun belum mau menjemput. Adakah kata-kata yang tepat untuk menggambarkan kondisi tersebut selain kematian jiwa kehidupan itu sendiri?


Hidup Sehat Sebagai Rasa Syukur

Hidup Anda hingga detik ini adalah anugerah, dan hidup sehat adalah salah satu dari sekian banyak cara untuk bersyukur. Kita berterima kasih untuk kehidupan yang memberikan kesempatan untuk menghirup udara segar setiap pagi. Karena tidak peduli pada kesehatan tubuh kita sendiri adalah kesombongan sejati, menganggap Anda bisa selalu kuat meski Anda tidak peduli pada kesehatan tubuh Anda sendiri.

Jadi, marilah kita hidup sehat, meski bukan untuk benar-benar untuk menunda kematian, tetapi untuk hidup yang berkualitas, dengan banyak momen manis yang penuh kebebasan fisik dan jiwa, dan tidak memberikan beban ke pada orang lain.


CATATAN PENTING

– Kisah A dan B adalah kisah nenek dan kakek saya. A adalah kakek saya, dan B adalah nenk saya yang selalu peduli pada kesehatannya. Pola hidup sehat kakek saya yang paling sederhana dan selalu dilakukannya setiap hari adalah berjalan kaki dan naik sepeda setiap pagi dan sore. Lalu, kakek saya tidak ingin menggunakan teknologi modern untuk memasak makanan.

Kakek saya memang meninggal terlebih dahulu dibanding nenek saya, tetapi semua orang yang melihatnya pun tahu bahwa dia bahagia dengan momen hidupnya yang selalu tertawa tanpa rasa sakit yang menyerangnya.

Berbeda dengan nenek saya, sepanjang sisa hidupnya, saya masih ingat kesakitan yang dideritanya. Bertahun-tahun nenek saya menderita berbagai penyakit yang membuatnya tidak bisa menjalani hidup sebebas kakek.

– Gambar utama postingan ini adalah daun ubi rambat. Karena berbentuk hati, itu menyimbolkan jantung, dan kesehatan.


Hidup sehat untuk momen manis bersama orang-orang yang Anda sayangi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *