Actually I hate zoos. I went to the zoo because of my mother’s request in the past. A feeling of sadness arose from inside me when I saw animals like being imprisoned in a zoo.

For residents who live in cities, zoos have become educational attractions to see animals that have only been seen in films. But, on the other side, I feel very sorry for these animals.

Look at this pelican. Its beauty makes me sad. The beauty of pelicans makes it imprisoned in a zoo. Maybe, if the pelican is released, the pelican will not survive. What a sad reality, indeed, this pelican life must be exchanged for freedom.

 

I imagine how the pelicans feel every day. Pelicans start the same day with the same goal to entertain zoo visitors.

Look at this elephant. I feel sorry for this elephant to be watched by many people. What do you imagine when you see this photo?

 

What is the true meaning of freedom? Is there no freedom that is truly free? Does freedom really have to be exchanged for something so we can continue to live?

When I wrote a poem about this sadness, with the title: Tired of Being a Watch

I shared the poem here. Hope you enjoy my poetry that I have previously posted.

Humans love to watch.
Spectacle seekers
Watch the bad, then comment.
Watch the beautiful, then comment.

There is no more freedom.
Beauty is locked up for the sake of satisfaction.

Day after day is a show.
Humans want me to show beauty.
I’m getting tired.
Boredom is tiring.

Can I go, determine my own fate?
If I fail to live in the wild,
at least I’ve tried to be myself.
Can I go?

— Tired of Being a Watch

 

IND: Perasaan Sedih Saat Aku Mengunjungi Kebun Binatang

Sebenarnya aku benci kebun binatang. Aku pergi ke kebun binatang karena permintaan ibuku di waktu yang lalu. Perasaan sedih muncul dari dalam diriku saat aku melihat binatang-binatang yang seperti terpenjara di kebun binatang.

Bagi warga yang tinggal kota, kebun binatang memang menjadi tempat wisata edukasi untuk melihat langsung binatang-binatang yang selama ini hanya dilihat di film. Tapi, di sisi lain aku merasa sangat kasihan dengan binatang-binatang ini.

Lihatlah burung pelikan ini. Keindahannya membuatku sedih. Keindahan burung pelikan justru membuatnya terpenjara di kebun binatang. Mungkin saja, bila burung pelican ini dilepaskan, pelican tidak akan selamat. Sungguh kenyataan yang menyedihkan memang, hidup pelican ini harus ditukar dengan kebebasannya.

Aku membayangkan bagaimana perasaan burung pelikan setiap harinya. Burung pelikan memulai hari sama dengan tujuan yang sama untuk menghibur para pengunjung kebun binatang.

Lihatlah gajah ini. Aku merasa kasihan gajah ini harus ditonton banyak orang. Apa yang kalian bayangkan ketika melihat foto ini?

Apa yang arti kebebasan yang sesungguhnya? Apakah tidak ada kebebasan yang benar-benar bebas? Apakah kebebasan memang harus ditukar dengan sesuatu agar kita mampu meneruskan hidup?

Waktu saya pernah menulis puisi tentang kesedihan ini, dengan judul: Bosan Menjadi Tontonan

Aku membagikan puisi tersebut di sini. Semoga kamu menikmati puisiku yang dahulu sudah pernah kuposting.

Manusia senang menyaksikan.
Para pencari tontonan
Menonton yang buruk, kemudian berkomentar.
Menonton yang indah, kemudian berkomentar.

Tak pernah ada lagi kebebasan.
Keindahan dikurung demi kepuasan.

Hari demi hari adalah pertunjukan.
Manusia menginginkanku memperlihatkan keindahan.
Aku semakin kelelahan.
Kebosanan memang melelahkan.

Bisakah aku pergi, menentukan nasibku sendiri?
Bila aku gagal hidup di alam liar,
setidaknya aku pernah mencoba menjadi diriku sendiri.
Bisakah aku pergi?

— Bosan Menjadi Tontonan

Regards,

Anggrek Lestari

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *