Jalan-jalan dan rumah kian lebar. Semakin banyak orang yang hidup dalam kehilangan. Harapan adalah kalimat larangan, sesuatu yang dihapus para polisi setiap mereka temukan di pintu-pintu toko. Hidup tanpa curiga adalah hidup yang terkutuk. Kawan adalah lawan yang tersenyum kepadamu.
Selebihnya, tanpa mereka tahu, sepasang kekasih diam-diam ingin mengubah kota ini jadi abu. Aku mencintaimu dan kau mencintaiku. Kita menghabiskan tabungan pernikahan untuk beli bensin.
Kita akan berciuman sambil melihat api bekerja. – Cuplikan Puisi “Melihat Api Bekerja” Karya Aan Mansyur

Puisi-puisi Aan Mansyur semakin dikenal sejak puisinya mengisi film Ada Apa dengan Cinta 2 Namun, jauh sebelum ada film tersebut, saya telah menyukai karya Aan Mansyur.

Aan Mansyur mengajak kita menyukai kesederhanaan sajak tanpa perlu bersusah payah mencari sebab-akibat dalam urutan kalimat.

Kini aku bagikan beberapa foto buku beserta kutipan dari kumpulan puisi Melihat Api Bekerja karya Aan Mansyur dengan ilustrator isi dan sampul karya Emte.

Menjadi Kemacetan

Kita lelah dan mesin-mesin ini tidak tahu bergerak. Kauingin aku jadi sesuatu yang ringan dan pandai terbang. Aku lebih suka andai bisa jadi mobil bertumpuk di belakang pabrik yang sudah pensiun–atau belukar yang menjadikannya taman ular.

Dari jendela mobil yang gelisah tidak ada yang tampak indah. Bahkan matahari yang menenggelamkan diri dan jingga. Sebagian hujan sejak lama sudah sial tercatat di laporan tahunan departemen sosial. Selebihnya memilih sembunyi di saja siapa-penyair-itu dan aman jadi laut atau langit atau cuaca tanpa ada yang mengubah namanya jadi keluhan. Kauingin aku jadi kekasih atau puisi yang yang tangannya bisa memijat betismu yang keram. Aku lebih suka andai bisa jadi trotoar atau pohon tua yang mengajakmu berlari-lari kecil seperti bocah riang pulang sekolah.

Kita lelah dan kata-kata dusta dan kota-kota jauh jatuh dari layar telepon genggammu yang lelah kaupandangi. Kau sedih seolah semua orang yang kaukenal tiba-tiba menghapusmu. Kauingin aku jadi negara atau hal-hal lain yang gemar berlibur. Aku lebih suka andai bisa jadi buku dongeng yang kaubaca di tempat tidur. Kaupeluk aku sambil tertawa membayangkan kita sepasang anak kecil yang selamanya. Kupeluk kau sambil membayangkan lengan kita adalah negara satu-satunya.

Mesin-mesin ini tetap bodoh dan tahu bergerak. Teleponmu basah dan mati dan lepas dari genggaman. Tidur atau mungkin maut, memasuki tubuhmu pelan-pelan. Matamu museum kupu-kupu. Kulihat mimpi satu demi satu keluar dari sana. Aku, seperti biasa memikirkan cita-citaku yang selalu ingin segera berhenti jadi buruh.

Menikmati Akhir Pekan

Aku benci berada di antara orang-orang yang bahagia. Mereka bicara tentang segala sesuatu, tapi kata-kata mereka tidak mengatakan apa-apa. Mereka tertawa dan menipu diri sendiri menganggap hidup mereka baik-baik saja. Mereka berpesta dan membunuh anak kecil dalam diri mereka.

Aku senang berada di antara orang-orang yang patah hati. Mereka tidak banyak bicara, jujur, dan berbahaya. Mereka tahu apa yang mereka cari. Mereka tahu dari diri mereka ada yang telah dicuri.

 

Surat Pendek Buat Ibu di Kampung

Aku memilih tinggal di kota dan itu adalah hukuman. Jangan pernah mengunjungiku, agar aku bisa tiba-tiba merindukanmu di antara hal-hal yang teratur. Agar aku memiliki satu hal indah yang bisa membuat dadaku bersedih sebelum tidur memeluk diri sendiri dan tidak memimpikan apa-apa selain masa silam di rahimmu.

 

Itulah tadi beberapa puisi dari buku Melihat Api Bekerja. Sapardi Djoko Damono ikut berkomentar tentang kumpulan puisi ini.

Sapardi mengatakan bahwa kalimat Aan Mansyur dalam sajak seperti episod yang bermunculan begitu saja seperti yang kita dengar dari penyampaian lisan sehingga kita tidak perlu bersusah payah sebagai pembaca yang mencari makna.

Sampai bertemu di seri Book Photography selanjutnya.

Note: Semua foto asli milik Anggrek Lestari dan menggunakan kamera Smartphone ponsel.

 

Salam Lestari.

Keep Steeming and Reading.

My Patner in #promo-steem: @bahagia-arbi

 

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *