Manusia memang tuannya berbagai ketidakpastiaan, dan dikelilingi beribu kemungkinan yang bisa menjelma kejutan setiap detik perhitungan.

Waktu tidak pernah jadi pasti, untuk orang yang dinanti, karena mungkin orang yang dinanti tak paham sedang dinanti-nanti, bahkan ditangisi berhari-hari. Sementara orang yang sedang menanti sibuk membuat segalanya terlihat jadi pasti, karena waktu yang terlewati terlalu menyakitkan untuk dihadapi seorang diri.

two person about to hold hourglass on brown wooden table
Source

Mungkin, kita hanya bisa menebak-menebak serupa mencari jalan keluar dalam labirin.

Apa isi kepalamu? Aku ingin tahu. Apa isi hatimu? Aku lebih sekadar ingin tahu.

Sejak kecil kita selalu disuguhi dengan peraturan-peraturan yang harus dijalani dengan tepat waktu. Tapi kita lebih senang tak tepat waktu karena ada hal lain yang tidak bisa diganggu.

green ceramic mug near analog alarm clock
Source

Bila kau sedang ditunggu, apa kau juga akan suka tidak tepat waktu? Atau, aku yang sedang menunggu, salah menebak bahwa sebenarnya kau bukannya tidak ingin tepat waktu, melainkan kau tidak ingin punya waktu untuk aku. Semoga saja itu hanya kemungkinan yang bersarang dalam kepalaku dipenuhi debu yang membuat logika jadi dungu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *